Batam – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Aman, S.Pd., M.M., mengajak para santri dan pondok pesantren di Kota Batam untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kreativitas, serta memperkuat kemampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
Ajakan tersebut disampaikan Aman melalui dukungannya terhadap partisipasi santri dan pesantren dalam ajang PKB Award 2026, sebuah kompetisi yang diselenggarakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, dengan total hadiah mencapai Rp1 miliar.
Menurut Aman, momentum Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi sarana untuk mengenang perjuangan dan kontribusi santri dalam sejarah bangsa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan generasi muda pesantren dalam menjawab tantangan perkembangan zaman.
“ Kami mengajak para santri dan pesantren, khususnya yang berada di Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau, untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Hari Santri harus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa santri tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga memiliki kreativitas, inovasi, dan kemampuan bersaing di era digital,” ujar Aman, Minggu (11/10/2026).
Aman menilai, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan akhlak mulia, tetapi juga memiliki wawasan luas, kemampuan intelektual, serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Sebagai Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau, yang memiliki ruang lingkup tugas antara lain berkaitan dengan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, Aman memandang pengembangan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu aspek penting dalam pembangunan daerah.
Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan secara positif oleh para santri, baik untuk mendukung proses pembelajaran, mengembangkan karya intelektual, maupun memperluas jangkauan dakwah melalui media digital.
“Santri hari ini memiliki peluang yang sangat besar untuk berkontribusi dalam berbagai bidang. Kemajuan teknologi harus menjadi sarana untuk memperluas ilmu pengetahuan, menyampaikan pesan-pesan kebaikan, serta melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kita ingin generasi santri mampu menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus mengikuti perkembangan zaman,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Aman menilai bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi berkarakter, mandiri, kreatif, dan inovatif. Menurutnya, berbagai kompetisi yang memberikan ruang bagi karya santri dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memperkenalkan potensi pesantren kepada masyarakat secara lebih luas.
Melalui ajang PKB Award 2026, para santri diharapkan dapat menunjukkan kemampuan mereka dalam bidang literasi keislaman, pengembangan teknologi, pengelolaan lingkungan, produksi konten digital, hingga seni religi.
“Potensi santri di Kepulauan Riau sangat besar dan perlu terus diberikan ruang untuk berkembang. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap semakin banyak karya dan inovasi yang lahir dari lingkungan pesantren serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Aman.
Ia juga berharap pesantren di Kota Batam dan daerah lainnya di Kepulauan Riau dapat memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan, tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi kekuatan utama pendidikan pesantren.
PKB Award 2026 menghadirkan lima bidang apresiasi, yakni Konten Sosmed/Media Santri, Teknologi Pesantren, Pesantren Hijau, Literasi Santri, dan Sholawat Idol.
Bidang Konten Sosmed/Media Santri memberikan kesempatan kepada para santri untuk menunjukkan kreativitas dalam memproduksi konten digital yang edukatif, inspiratif, dan mengandung pesan-pesan positif.
Sementara itu, bidang Teknologi Pesantren ditujukan bagi pesantren dan santri yang mampu mengembangkan serta memanfaatkan teknologi digital maupun teknologi tepat guna untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Bidang Pesantren Hijau memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi dan gerakan kepedulian lingkungan yang dikembangkan di lingkungan pondok pesantren.
Adapun bidang Literasi Santri menjadi wadah penghargaan terhadap karya intelektual para santri, termasuk penulisan kitab kuning, sebagai upaya menjaga sekaligus mengembangkan tradisi keilmuan Islam.
Sedangkan Sholawat Idol memberikan ruang kepada santri berbakat dalam seni sholawat untuk menampilkan kemampuan mereka sekaligus melestarikan seni dan budaya religi sebagai media dakwah yang dekat dengan masyarakat.
Sekretaris Jenderal DPP PKB, Hasanuddin Wahid atau yang akrab disapa Cak Udin, sebelumnya menjelaskan bahwa PKB Award 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada pesantren dan santri yang terus berkarya serta berkontribusi dalam berbagai bidang.
“PKB Award ini merupakan wujud kepedulian dan kecintaan PKB kepada pesantren dan para santri. Kami ingin memberikan penghargaan kepada mereka yang terus berkarya, baik dalam menjaga tradisi keilmuan melalui kitab kuning, mengembangkan teknologi digital, maupun berdakwah melalui seni sholawat,” ujar Cak Udin di Jakarta.
Menurutnya, proses seleksi dilakukan terhadap berbagai karya dan inovasi yang dihasilkan oleh santri maupun pesantren, mulai dari pengembangan teknologi, karya literasi, pengelolaan media digital, hingga bakat seni religi.
Puncak penyelenggaraan PKB Award 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026 di Jakarta, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional. Para finalis direncanakan hadir dalam kegiatan tersebut, dengan penghargaan yang dijadwalkan diserahkan oleh Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin.
Menanggapi penyelenggaraan kegiatan tersebut, Aman berharap semakin banyak santri dan pesantren dari Kepulauan Riau yang berani menampilkan karya serta kemampuan terbaik mereka dalam berbagai ajang kompetisi.
Ia menilai bahwa prestasi generasi muda, termasuk para santri, merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Kepulauan Riau. Aman juga mengajak para pengelola pondok pesantren, tenaga pendidik, serta orang tua untuk terus memberikan motivasi dan pendampingan kepada santri agar mampu mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki.
“Harapan kita, santri-santri dari Batam dan seluruh Kepulauan Riau semakin percaya diri untuk tampil, berkarya, dan menunjukkan prestasinya. Tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam literasi, teknologi, seni, dan berbagai bidang positif lainnya. Semakin banyak generasi muda yang berprestasi, semakin besar pula potensi sumber daya manusia daerah untuk terus berkembang,” tuturnya.
Melalui ajakan tersebut, Aman menegaskan pentingnya memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda pesantren untuk meningkatkan kompetensi, mengembangkan kreativitas, serta berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.
Partisipasi santri dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pengembangan bakat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun generasi Kepulauan Riau yang berilmu, berakhlak, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.