Bintan - Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, H. Iman Sutiawan, menunjukkan dukungannya terhadap peningkatan profesionalisme insan pers dengan hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Angkatan ke-108 yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang di STAIN Sultan Abdurrahman, Kabupaten Bintan, Sabtu (17/10/2026).
Kehadiran Ketua DPRD Kepri tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara lembaga legislatif dan insan pers, sekaligus mendukung peningkatan kualitas jurnalisme yang profesional, independen, kritis, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Dalam kegiatan yang diikuti 17 jurnalis dari jenjang muda, madya, dan utama tersebut, Iman Sutiawan hadir bersama Asisten I Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Hendri, sebagai narasumber dalam simulasi praktik wawancara yang menjadi salah satu tahapan pengujian kompetensi peserta.
Mengawali kehadirannya, Iman menyampaikan apresiasi kepada AJI Tanjungpinang atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya penting dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme wartawan, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau.
"Saya berterima kasih atas undangannya, dan merasa terhormat bisa hadir sebagai narasumber dalam simulasi praktik wawancara ini," ujar Iman.
Dalam kesempatan tersebut, Iman Sutiawan menyampaikan materi bertajuk "Politik Anggaran DPRD Kepri dalam Memenuhi Infrastruktur Kebutuhan Dasar Masyarakat: Listrik dan Air".
Materi ini menjadi ruang diskusi mengenai peran lembaga legislatif dalam pembahasan kebijakan anggaran, pengawasan pembangunan, serta upaya mendorong pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap pelayanan listrik dan air bersih.
Sebagai daerah kepulauan dengan karakteristik geografis yang tersebar, Kepulauan Riau menghadapi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan infrastruktur dan penyediaan pelayanan dasar bagi masyarakat.
Karena itu, persoalan kelistrikan dan ketersediaan air bersih menjadi isu penting yang membutuhkan koordinasi serta perhatian bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dan pihak penyedia layanan.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara lembaga pemerintahan dan media massa dalam menyampaikan berbagai persoalan pembangunan kepada masyarakat.
Menurutnya, pers memiliki posisi penting sebagai penyampai informasi sekaligus bagian dari kontrol sosial yang dapat membantu menghadirkan perspektif masyarakat dalam proses penyelenggaraan pemerintahan.
"Kami memandang insan pers sebagai mitra penting dalam membangun keterbukaan informasi publik. Kritik, masukan, dan pemberitaan yang disampaikan secara profesional serta berdasarkan fakta merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat," ujarnya.
Sesi praktik wawancara berlangsung interaktif ketika para peserta UKJ menggali informasi dari kedua narasumber terkait persoalan pemadaman listrik total atau blackout yang terjadi pada Senin pagi dan disusul pemadaman bergilir di wilayah Pulau Batam dan Pulau Bintan.
Iman Sutiawan mendapat giliran pertama sebagai narasumber yang diwawancarai peserta jenjang muda. Para peserta mengajukan sejumlah pertanyaan untuk menguji kemampuan menggali informasi, menyusun pertanyaan, serta memperoleh penjelasan dari pejabat publik mengenai isu yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Topik kelistrikan tersebut menjadi bahan simulasi yang relevan karena menyangkut pelayanan publik dan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Dalam konteks kelembagaan, pembahasan ini juga memperlihatkan pentingnya fungsi pengawasan DPRD serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
Sementara itu, Asisten I Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Hendri, menyampaikan materi mengenai "Arah Kebijakan Anggaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam Memenuhi Infrastruktur Kebutuhan Dasar Masyarakat: Listrik dan Air".
Setelah sesi pemaparan materi, para peserta melanjutkan praktik wawancara dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada kedua narasumber. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan simulasi wawancara cegat atau doorstop interview, sebagaimana lazim dilakukan wartawan ketika meminta keterangan langsung dari pejabat publik.
Keterlibatan Ketua DPRD Kepri dalam kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan kelembagaan yang terbuka dan konstruktif dengan insan pers.
Melalui kegiatan tersebut, jurnalis memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan teknik wawancara secara langsung, sementara narasumber dari unsur pemerintahan dan legislatif dapat memberikan penjelasan mengenai kebijakan serta persoalan pelayanan publik.
"Kita membutuhkan jurnalis yang kompeten, independen, dan memiliki integritas. Pers yang profesional tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membantu masyarakat memahami persoalan publik secara utuh. Karena itu, peningkatan kompetensi wartawan seperti yang dilaksanakan AJI ini patut kita dukung bersama," tutur Iman.
Ia berharap komunikasi yang baik antara DPRD dan insan pers terus terjalin dengan tetap menghormati independensi media serta prinsip keterbukaan informasi publik.
Sementara itu, Ketua AJI Tanjungpinang, Sutana, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, H. Iman Sutiawan, dan Asisten I Pemerintah Provinsi Kepri, Hendri, untuk hadir sebagai narasumber dalam rangkaian kegiatan UKJ.
Sutana menjelaskan bahwa UKJ merupakan salah satu upaya AJI dalam meningkatkan standar kompetensi, profesionalisme, serta kualitas kerja jurnalistik.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Oktober 2026. Rangkaian acara diawali dengan workshop pada Jumat (16/10/2026), yang melibatkan 17 peserta UKJ bersama mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang dan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.
Selanjutnya, pelaksanaan UKJ berlangsung selama dua hari, yakni pada 17–18 Oktober 2026.
Sebanyak 17 peserta mengikuti pengujian pada tiga jenjang kompetensi, yaitu muda, madya, dan utama. Proses pengujian dilaksanakan oleh Badan Penguji AJI Indonesia, masing-masing Nikolas Panama untuk jenjang muda, Dwidjo Utomo Maksum untuk jenjang madya, serta Budisantoso Budiman untuk jenjang utama.
Sutana menambahkan bahwa kegiatan UKJ tersebut tidak memungut biaya dari peserta, baik yang berasal dari AJI Tanjungpinang maupun dari daerah lainnya.
"Pesertanya juga datang dari Lingga dan Batam," tutur Sutana.
Ia menyebutkan, pelaksanaan UKJ kali ini merupakan yang ketiga kalinya diselenggarakan di Tanjungpinang.
"Di Tanjungpinang, UKJ sudah tiga kali digelar. Kalau secara nasional, ini adalah UKJ yang ke-108," jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kompetensi jurnalis di Kepulauan Riau semakin meningkat sehingga mampu menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, independen, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Partisipasi Ketua DPRD Kepri dalam forum tersebut sekaligus menjadi ruang dialog antara lembaga legislatif dan insan pers mengenai berbagai isu strategis daerah, khususnya pelayanan publik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Komunikasi yang terbuka antara DPRD dan media diharapkan dapat terus mendukung transparansi penyelenggaraan pemerintahan, memperkuat fungsi pengawasan publik, serta mendorong pembangunan Kepulauan Riau yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.