Komisi IV DPRD Kepri Kunjungi SMKN 9 Batam, Dorong Disdik Perhatikan Kebutuhan Sekolah

16 September 2026, 16:53 WIB 9 kali dibaca
Kategori : Umum

Batam - Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan kunjungan kerja dan peninjauan fasilitas sarana dan prasarana pembelajaran di SMKN 9 Batam, Selasa (15/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi DPRD Kepri terhadap kondisi satuan pendidikan, termasuk sarana prasarana, tenaga pendidik, serta perkembangan jumlah peserta didik.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kepri Dra. Hj. Dewi Kumalasari, M.Pd., bersama Anggota Komisi IV DPRD Kepri Ririn Warsiti, S.E., M.M., Hanafi Ekra, S.Ag., M.Pd.I., Aziz Martindaz, S.Pd., Januar Robert Silalahi, S.I.Kom., dan Hj. Rohani, S.A.P.

Kehadiran rombongan disambut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kepri di Batam Kasdianto, S.Pd., Kepala Subbagian Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Kota Batam Balkis Chili, S.IP., M.Si., Kepala SMKN 9 Batam Yacabus Nugroho, S.T., M.M., beserta jajaran serta Ketua Komite SMKN 9 Batam Ibrahim.

SMKN 9 Batam merupakan satuan pendidikan menengah kejuruan negeri yang berdiri pada 2021 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 649 Tahun 2021. Sekolah yang berada di kawasan Pancur Pelabuhan, Jalan S. Parman, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Batam, tersebut memiliki luas lahan sekitar 3.089 meter persegi.

Saat ini SMKN 9 Batam memiliki 18 rombongan belajar dengan jumlah peserta didik mencapai 526 siswa. Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan sebelumnya yang hanya sekitar 250 siswa.

“Alhamdulillah untuk jumlah siswa ada peningkatan, adanya kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SMKN 9 Batam,” ujar Yacabus.

Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, sekolah memiliki 25 guru dan empat tenaga kependidikan yang menangani administrasi, keamanan, serta kebersihan.

Pesatnya pertumbuhan jumlah siswa tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan ketersediaan fasilitas. SMKN 9 Batam saat ini memiliki 10 ruang kelas, sementara kebutuhan berdasarkan jumlah rombongan belajar mencapai 18 ruang kelas.

“Dengan rombel sebanyak 18, kita hanya memiliki 10 ruang kelas, maka kita kekurangan sebanyak 8 ruang kelas lagi,” kata Yacabus.

Selain ruang kelas, sekolah juga masih membutuhkan ruang praktik siswa untuk jurusan Akuntansi, Teknik Pengelasan, dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Sekolah juga membutuhkan ruang praktik TIK atau laboratorium komputer beserta perangkat pendukungnya.

Sejumlah fasilitas pendukung lainnya yang masih dibutuhkan antara lain enam toilet tambahan, ruang perpustakaan, ruang guru, ruang ibadah atau mushola, lapangan upacara, kantin sekolah, pagar, dan gapura.

Saat ini fasilitas yang tersedia di SMKN 9 Batam di antaranya ruang praktik Desain Komunikasi Visual, ruang praktik Animasi, UKS, Laboratorium Kimia, Laboratorium Fisika, Laboratorium Bahasa, serta ruang Bimbingan dan Konseling.

Dewi Kumalasari menjelaskan bahwa kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sekolah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

“Kami bersyukur hari ini bisa berkunjung ke SMKN 9 Batam untuk melihat dan mengidentifikasi keperluan sekolah, tentunya untuk pemerataan pendidikan di Kepri,” ujar Dewi.

Menurutnya, perkembangan SMKN 9 Batam cukup pesat. Sekolah yang pada awal berdiri hanya memiliki 37 siswa kini telah berkembang hingga memiliki 526 peserta didik.

“Artinya perkembangan begitu pesat, masyarakat, orang tua yakin dengan SMKN 9 Batam ini,” katanya.

Dewi menyebut terdapat sejumlah kebutuhan sarana dan prasarana yang telah diinventarisasi dan dinilai perlu mendapat perhatian. DPRD Kepri akan mendorong Dinas Pendidikan Kepri agar kebutuhan tersebut dapat ditindaklanjuti.

“Tentunya kami akan terus memberikan dorongan kepada Dinas Pendidikan Kepri untuk dapat menjadi perhatian. Karena dengan sarana dan prasarana yang baik, siswa dapat belajar lebih nyaman dan semangat,” ujarnya.

Dewi menegaskan, perhatian terhadap SMKN 9 Batam tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. DPRD juga melihat kesiapan peserta didik agar lulusan sekolah kejuruan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia juga menilai penting bagi sekolah kejuruan untuk memperkuat hubungan dengan dunia industri, termasuk memastikan adanya perusahaan yang dapat menjadi tempat praktik maupun menyerap lulusan.

“Karena ini sekolah kejuruan, pihak sekolah juga perlu mempersiapkan bagaimana nanti praktiknya, dan perusahaan yang siap menampung mereka," ujarnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kepri Ririn Warsiti juga memberikan perhatian terhadap perkembangan SMKN 9 Batam. Ia sangat mengetahui perjalanan sekolah tersebut, termasuk persoalan lahan pada saat awal sekolah berdiri dan upaya mendapatkan dukungan anggaran pendidikan.

"Kami meminta pihak sekolah untuk menentukan fasilitas-fasilitas apa saja yang menjadi prioritas paling mendesak untuk segera dipenuhi agar tidak menghambat proses pembelajaran siswa SMKN 9 Batam," ujarnya.

Editor: Humas DPRD

Kategori Berita