Batam - Pembangunan sarana ibadah dan pendidikan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat kehidupan sosial dan membentuk generasi yang berakhlak mulia. Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren Al-Amin Nurul Iman yang berlokasi di Kavling Tirosa, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Minggu pagi.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau, H. Iman Sutiawan, turut menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif masyarakat dalam menghadirkan fasilitas ibadah sekaligus pusat pendidikan Islam yang diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Batam, H. Firmansyah, S.Sos., M.Si., mewakili Wali Kota Batam, Ketua Yayasan Al-Amin KH. Asep Ijudin Abdisalam, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam Drs. H. Lukman Rifa'i, M.Ag., perwakilan Kementerian Agama Kota Batam, unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pimpinan pondok pesantren, serta ratusan warga setempat.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas semangat kebersamaan masyarakat Kavling Tirosa yang telah menginisiasi pembangunan masjid dan pondok pesantren tersebut.
Menurutnya, pembangunan fasilitas keagamaan bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan juga menjadi bagian dari upaya membangun fondasi kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.
Iman Sutiawan menekankan bahwa keberadaan masjid dan pondok pesantren di tengah permukiman masyarakat diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan keagamaan, pembinaan karakter, serta pendidikan bagi generasi muda.
Selain memberikan perhatian terhadap pembangunan fasilitas keagamaan, Iman Sutiawan juga mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan, memperkuat komunikasi, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di lingkungan tempat tinggal.
Ia mengingatkan bahwa Kota Batam merupakan daerah dengan keberagaman latar belakang sosial dan budaya sehingga sikap saling menghormati, toleransi, dan kebersamaan harus terus dipelihara.
"Makanya kalau ada sesuatu itu musyawarah, musyawarah perangkat RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, jangan terpancing dengan permasalahan-permasalahan yang belum tentu kebenarannya," tegas Iman Sutiawan.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya membangun komunikasi yang baik antara masyarakat, perangkat lingkungan, dan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan perkotaan, termasuk persoalan ketersediaan air bersih, kebersihan lingkungan, serta kebutuhan fasilitas umum.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut membutuhkan kepedulian dan keterlibatan bersama agar solusi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.
Dalam kesempatan tersebut, Iman Sutiawan juga menegaskan pentingnya menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang berasal dari aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
Dengan jumlah warga di kawasan Kavling Tirosa dan sekitarnya yang mencapai sekitar 1.000 kepala keluarga, ia menilai partisipasi masyarakat menjadi modal sosial yang sangat penting untuk mempercepat penyelesaian pembangunan masjid dan pondok pesantren.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan tahap awal, Iman Sutiawan bersama jajaran legislatif turut menyampaikan komitmen untuk membantu penyediaan material bangunan berupa semen dan besi.
Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan sekaligus menumbuhkan semangat partisipasi dari berbagai pihak.
Kehadiran Ketua DPRD Kepri dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari interaksi langsung antara unsur legislatif dan masyarakat, khususnya dalam mendengarkan kebutuhan warga serta mendukung inisiatif pembangunan sosial dan keagamaan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batam, H. Firmansyah, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Wali Kota Batam, menyampaikan apresiasi atas semangat swadaya dan gotong royong masyarakat dalam membangun fasilitas ibadah.
Ia menilai keterlibatan aktif masyarakat merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk dalam penyediaan sarana keagamaan dan pendidikan. Pemerintah Kota Batam, lanjutnya, menyambut baik inisiatif pembangunan tersebut dan siap memberikan dukungan sesuai dengan mekanisme serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Firmansyah juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan sehingga proses pembangunan dapat berlangsung dengan baik dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Al-Amin, KH. Asep Ijudin Abdisalam, menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam merealisasikan rencana pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren Al-Amin Nurul Iman.
Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih kepada Abdul Wahab dan unsur RW setempat atas kontribusi wakaf lahan yang menjadi lokasi pembangunan fasilitas keagamaan tersebut.
Masjid dan pondok pesantren ini direncanakan dibangun di atas lahan berukuran kurang lebih 40 x 40 meter atau sekitar 1.600 meter persegi.
Menurut KH. Asep Ijudin, keberadaan fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas ibadah, pembelajaran agama, dan pembinaan masyarakat, mengingat kawasan Kavling Tirosa dan sekitarnya dihuni sekitar 1.000 kepala keluarga.
Menariknya, nama Al-Amin Nurul Iman yang disematkan pada masjid dan pondok pesantren tersebut juga memiliki makna tersendiri bagi pihak yayasan.
"Masjid ini kita beri nama Al-Amin Nurul Iman, sebagai bentuk nishbat kepada Ketua DPRD Provinsi Kepri, Bapak Iman Sutiawan, atas perhatian dan dedikasinya yang luar biasa terhadap dunia pendidikan Islam dan pondok pesantren di Kepulauan Riau," ujar KH. Asep Ijudin.
Pemberian nama tersebut disampaikan pihak yayasan sebagai bentuk penghargaan atas perhatian yang dinilai telah diberikan Iman Sutiawan terhadap pengembangan pendidikan keagamaan dan pondok pesantren di Kepulauan Riau. Melalui momentum peletakan batu pertama ini, pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren Al-Amin Nurul Iman diharapkan dapat berjalan lancar dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Ke depan, fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pendidikan Al-Qur'an, pembinaan akhlak, penguatan nilai-nilai keislaman, serta ruang kebersamaan yang mempererat hubungan sosial masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara masyarakat, tokoh agama, pemerintah daerah, dan unsur legislatif dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Bagi DPRD Provinsi Kepulauan Riau, keterlibatan dalam kegiatan kemasyarakatan seperti ini menjadi salah satu ruang untuk menyerap aspirasi secara langsung serta mendorong terwujudnya pembangunan daerah yang memperhatikan kebutuhan sosial, pendidikan, dan kehidupan keagamaan masyarakat.
Peletakan batu pertama tersebut pun menjadi awal dari harapan bersama agar Masjid dan Pondok Pesantren Al-Amin Nurul Iman kelak tumbuh sebagai pusat ibadah dan pendidikan yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Bengkong, Kota Batam, dan Kepulauan Riau secara luas.